Telkom University dan KK ICON Dorong Digitalisasi Tata Kelola Data Posyandu dan Posbindu Alamanda melalui Sistem Pencatatan Terintegrasi

Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas, tim dosen dari KK ICON (Intelligent Communications and Networks) dan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom, melaksanakan kegiatan Abdimas bertajuk “Penguatan Digitalisasi Tata Kelola Data pada Posyandu dan Posbindu Alamanda melalui Sistem Pencatatan Terintegrasi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 November 2025 berlokasi di Posyandu dan Posbindu Alamanda, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung

Selama ini, proses pencatatan kesehatan di Posyandu dan Posbindu Alamanda masih dilakukan secara manual menggunakan buku dan formulir kertas. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala seperti duplikasi data, pencatatan tidak efisien, serta keterlambatan dalam proses rekapitulasi laporan. Sebelumnya, kader juga sempat menggunakan aplikasi pencatatan berbasis web, namun aplikasinya dinilai kurang ramah pengguna dan membutuhkan koneksi internet stabil sehingga tidak dapat dioperasikan secara optimal

Sebagai solusi, tim Abdimas Telkom University memperkenalkan sistem pencatatan terintegrasi berbasis Microsoft Excel, yang dirancang khusus agar sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan alur kerja kader. Sistem ini mencakup modul: pendaftaran pasien, pencatatan pemeriksaan kesehatan ibu, anak, dan lansia, pendataan faktor risiko PTM seperti hipertensi, gula darah, dan obesitas, pemantauan kunjungan, pembuatan laporan dan grafik otomatis. Digitalisasi ini menyesuaikan alur layanan kesehatan primer dari Posyandu/Posbindu hingga Pustu (Pusat Pembantu) dan Puskesmas, sehingga mempermudah koordinasi dan pelaporan data

Kegiatan Abdimas dilakukan melalui pendekatan praktik langsung. Kader Posyandu dan Posbindu diajarkan cara mengisi data, melakukan pengeditan, memanfaatkan validasi data otomatis, hingga menghasilkan laporan siap kirim menggunakan template Excel yang telah dikembangkan.

Selama sesi pelatihan, kader terlihat sangat antusias dan terlibat aktif dalam simulasi pencatatan data. Dokumentasi menunjukkan bahwa kader dapat mengikuti seluruh proses dengan baik, mulai dari input data hingga membaca hasil rekap digital.

Program Abdimas ini menghasilkan beberapa capaian utama antara lain:

  • Peningkatan efisiensi pencatatan; data kini lebih rapi, cepat dicatat, dan minim kesalahan.
  • Laporan kesehatan dapat dihasilkan secara otomatis, sehingga mempercepat proses pelaporan ke Puskesmas maupun Dinas Kesehatan.

Berdasarkan hasil kuesioner peserta, 93,6% responden memberikan penilaian “Sangat Setuju” terhadap kesesuaian materi pelatihan, kemudahan sistem, dan sikap responsif tim pelaksana. Tidak ada peserta yang memberikan penilaian Tidak Setuju atau Sangat Tidak Setuju, ini menunjukkan penerimaan yang sangat baik terhadap program ini.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung digitalisasi layanan kesehatan primer. Dengan pendekatan tepat guna, sistem pencatatan terintegrasi yang dikembangkan terbukti mempersingkat waktu rekapitulasi laporan kader. Program ini juga sejalan dengan roadmap Abdimas KK ICON yang berfokus pada pengembangan teknologi digital untuk mendukung layanan masyarakat Tim Abdimas berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan literasi digital kader secara berkelanjutan serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan berbasis komunitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *